Senin, 17 September 2012

Taaruf

reposting dari http://www.facebook.com/pages/TaAruf/190448534329750

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam masalah taaruf.
Pertama, ta’aruf itu sebenarnya hanya untuk penjajagan sebelum menikah. Jadi kalau salah satu atau keduanya nggak merasa sreg bisa menyudahi ta’arufnya. Ini lebih baik daripada orang yang pacaran lalu putus. Biasanya orang yang pacaran hatinya sudah bertaut sehingga kalau tidak cocok sulit putus dan terasa menyakitkan. Tapi ta’aruf, yang Insya ALLAH niatnya untuk menikah Lillahi Ta’ala, kalau tidak cocok bertawakal saja, mungkin memang bukan jodoh. Tidak ada pihak yang dirugikan maupun merugikan.

Kedua, ta’aruf itu lebih fair. Masa penjajakan diisi dengan saling tukar informasi mengenai diri masing-masing baik kebaikan maupun keburukannya. Bahkan kalau kita tidurnya sering ngorok, misalnya, sebaiknya diberitahukan kepada calon kita agar tidak menimbukan kekecewaan di kemudian hari. Begitu pula dengan kekurangan-kekurangan lainnya, seperti mengidap penyaki tertentu, tidak bisa masak, atau yang lainnya. Informasi bukan cuma dari si calon langsung, tapi juga dari orang-orang yang mengenalnya (sahabat, guru ngaji,

Mengapa (Harus) Mentoring?

Berikut postingannya,, mari kita renungkan bersama
Entah anak kuliahan atau anak SMA, biasanya akan melakukan sebuah kegiatan belajar tambahan yang biasa kita sebut namanya les. Entah les matematika, les bahasa Inggris, Kimia, dan lain sebagainya. Kita dengan sangat perlu dan butuh pendalaman masalah tersebut agar nilai kita mendapat nilai A atau 100.
Biasanya pas les ada “ritual-ritual” khusus yang diberikan. Pertama, jumlahnya tidak sebesar kelas normal, kelasnya relatif kecil. Kedua, ada evaluasi berkala. Ketiga, adanya iklim yang timbal balik antara pengajar dan yang diajar.

LPK Tepi Sawah

     Mencoba untuk menulis apa yang bisa ku tulis ...

     LPK Tepi Sawah, pasti di benak kita yang belum tahu pastilah bertanya-tanya, apa itu?? tempat apa itu? atau makanan apa ? :) yang bener aja masa sih makanan?? Oke, namanya juga LPK , tau kan kepanjangannya apa? Kalo gak keliru mah "Lembaga Pendidikan Keterampilan", yaa semoga benar yah :D . Oke, anggap saja benar.. Jadi (menurut opiniku), LPK Tepi Sawah itu merupakan suatu tempat LPK yang terletak di Kampung Cikonjen, Desa Leuweungkolot, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor Barat yang karena terletak di tepi sawah maka disebutlah LPK Tepi Sawah. Nah, pada tahu gak nih sejarahnya? 
Konon, menurut beliau : suatu hari Pak Hari membeli tanah di Kampung Cikonjen, nah lama-kelamaan muncullah di benak beliau kira-kira mau digunakan untuk apa tanahnya? maka muncullah sebuah ide dan saran untuk membangun LPK , disambut dengan beliau (Bu Dea) dengan respon yang sangat mendukung,